Jumat, 09 Oktober 2009

Bau Badan


Rabu, 30 September 2009 05:23
Sebuah kantor tengah menghadapi masalah dengan alat penyejuk ruangan. Karena ruangan yang panas membuat karyawan kegerahan dan mulai merasakan bau badan yang tidak sedap. Keadaan semakin meruncing saat masing-masing saling melempar tatapan curiga.

Tak lama kemudian, seorang karyawan yang 'jujur' berteriak sambil berusaha meraih kursinya, "Aduh baunya, siapa ya yang punya masalah dengan deodorant?, Salah merk kali yang dibeli?"

Mendengar kalimat itu, Mamat spontan bicara, "Pastinya bukan aku, soalnya aku sedang tidak pakai!"

humor

Ingusan




Kamis, 01 Oktober 2009 05:17
Dalam perjalanan mudik dari Jakarta, seorang pria muda merasa terganggu dengan seorang anak kecil yang duduk di sampingnya. Bocah yang nampak udik itu sesekali menghirup ingus yang hendak jatuh ke bibirnya.

Karena berulang-ulang terjadi, pria itu terlihat jengkel, dan hendak menegurnya, "Hey kamu bawa sapu tangan nggak? Ingusmu mau jatuh tuh"

Sang anak pun sambil erat memegang kantongnya berkata, "Oh tentu bawa om, tapi ibu bilang saya tidak boleh meminjamkan pada orang yang tidak dikenal."

Sang Pria itu mendapati sebuah sapu tangan yang lusuh dengan ingus yang mulai mengering. "Siapa yang mau pinjam hii!"

gempa padang










ha....?? cwo ngidamm.........

Ternyata, Pria Juga Bisa Ngidam

Senin, 18 Juni 2007 15:22
- Istri hamil tapi mendadak suami yang ngidam, lho kok bisa? Mungkin beberapa suami pernah mengalami fenomena tersebut saat istri mereka hamil? Namun benarkah ada hubungan antara kehamilan dan ngidam yang dialami sang istri dengan 'ngidam mendadak' yang dialami suami?

Para peneliti dari St George's University, London, Inggris mencoba meneliti fenomena gejala tersebut pada 282 calon ayah. Dan dalam studinya, mereka menemukan beberapa calon ayah mengalami mual-mual di pagi hari (morning sickness), kram, rasa sakit dan tak nyaman pada punggung.

Meski ditemukan kemiripan gejala-gejala saat hamil pada pria namun fenomena yang dikenal dengan 'Couvade Syndrome' ini, masih belum bisa djelaskan secara pasti. Fenomena ini masih dianggap sebagai sesuatu yang misterius.

Para peneliti memonitor pria dengan usia 19-55 tahun, di mana pasangan mereka secara rutin juga memeriksakan kandungan di St George's Hospital. Calon ayah ini juga mengalami gejala-gejala yang dialami istri mereka, seperti kejang otot (kram), nyeri dan rasa tak nyaman pada punggung, perubahaan mood, kenaikan nafsu makan, mual-mual di pagi hari, mudah lelah, depresi, fainting, susah tidur, pusing, dan sakit gigi yang terkadang juga dialami ibu hamil. Dan pada tingkat yang lebih tinggi, beberapa pria juga mengalami perubahan ukuran perut yang semakin membesar seperti tengah mengandung, atau biasa disebut dengan istilah 'baby bump'.

Dalam studi ini beberapa pria mengalami gejala dan ngidam di awal kehamilan pasangan mereka, namun ada beberapa yang harus mengalami gejala tersebut sampai si bayi lahir.

"Mereka terlihat seperti mewarisi gejala kehamilan seperti yang dialami pasangan mereka, namun terkadang mereka tak menyadarinya," jelas pemimpin riset Dr Arthur Brennan.

Salah seorang responden mengatakan pada BBC: "Aku selalu cepat merasa lapar dan ingin makan setiap waktu. Nafsu makanku terus meningkat. Bahkan aku tak pernah bisa berhenti untuk tidak menyantap ayam olahan dan poppadoms (makanan khas india)."

Beberapa pria juga mengatakan mengalami rasa sakit perut, mual-mual saat bangun pagi, dan juga rasa tak nyaman pada bagian pinggang, dan moody. Namun semuanya akan berakhir saat bayi lahir.

"Beberapa orang mungkin mengalami hal tersebut dan ingin merasakan apa yang dirasakan pasangan mereka, namun beberapa dari mereka juga mengalami gejala-gejala itu di luar keinginan mereka," tambah Dr. Brennan yang menyebutkan Couvade Syndrome tak bisa didiagnosa secara medis.

Senada dengan Dr. Brennan, Dr Val Collington, kepala School of Midwifery St George's, mengatakan wanita yang tengah menjalani masa kehamilan dan menjelang kelahiran terkadang juga dibarengi dengan 'gejala hamil' yang ditemukan pada pasangan pria mereka, terlebih pada trimester pertama.

Dr Harriet Gross, pengajar senior dari Department of Human Sciences, Loughborough University menyebut gejala tersebut sebagai sympathetic pregnancy, dan memiliki korelasi dengan fenomena psikosomatis (gejala yang dialami tubuh secara fisik yang disebabkan oleh dorongan psikis), yang diikuti perubahan hormonal pada tubuh calon bapak.

Memang ada beberapa suami yang tak menyadari bahwa ia mengalami perubahan emosi dan kondisi tubuh saat istri mereka hami, namun ada mungkin juga yang menyadari namun malu untuk mengakuinya. (bbc/rit

Kamis, 27 Agustus 2009

Pemilu...Go SBY

Jelang Pelantikan, SBY dan Boediono Intensif Bertemu

Asti Megasari
24/08/2009 18:45

Sepanjang Ramadan sampai dua bulan ke depan, intensitas pertemuan antara presiden dan wapres terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono, akan meningkat. Ketua DPP Partai Demokrat Andi Mallarangeng menginformasikan, saat ini SBY-Boediono sudah mulai merancang agenda kerja 100 hari pertama, program 5 tahun ke depan, serta struktur kabinet.

Semua agenda ini akan dikerjakan sembari menyelesaikan program kerja kabinet saat ini. Namun, Andi mengaku belum mengetahui isi program kerja dan struktur kabinet mendatang.(YUS)

Sex pranikah

Banyak Remaja Lakukan Seks Pranikah

Lucky Savitri
19/08/2009 17:03 | Penelitian
Liputan6.com, Serang: Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Serang Husnul Amri mengungkapkan, berdasarkan hasil penelitian di Indonesia banyak remaja yang melakukan hubungan seks pranikah.

"Hasil penelitian membuktikan, 14 persen remaja laki-laki di Indonesia melakukan hubungan seks pranikah dan sekitar enam persen perempuan melakukan hal yang sama," kata Husnul di hadapan ratusan siswa kelas III SMAN 5 Kasemen, Kota Serang, Banten, Selasa (18/8), seperti dilansir ANTARA.

Data lain juga, lanjut Husnul, di daerah perkotaan remaja yang melakukan hubungan seks pranikah mencapai 12 persen, lebih tinggi dibanding di pedesaan yang hanya mencapai delapan persen.

Dalam acara Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja yang diadakan oleh Pemkot Serang bekerja sama dengan SMAN 5 Kasemen tersebut, digelar juga konsultasi, informasi, dan edukasi kesehatan reproduksi remaja.

"Usai 10 sampai 15 tahun sangat rentan untuk mengonsumsi narkoba, melakukan hubungan seks, dan bertindak hal lain di luar kebiasaan. Ini terjadi karena pada usia tersebut secara psikologis rasa ingin tahunya besar sekali. Karena itu kali ini kami suguhkan informasi yang tidak setengah-setengah. Biar jelas," kata Husnul, di sela-sela sosialisasi.

Dalam sosialisasi ini, para siswa juga bisa melihat gambar-gambar narkoba seperti ganja, kokain, dan sabu-sabu. Mereka juga mendengarkan penuturan tentang cara penularan HIV, yakni melalui hubungan seksual dengan orang yang sudah terinfeksi HIV, melalui transfusi darah atau alat-alat yang tercemar HIV, serta melalui ibu yang terinfeksi HIV kepada janin yang dikandungnya.

Para siswa banyak yang mencibir tanda jijik, saat melihat gambar-gambar alat kelamin yang sakit karena tertular HIV. "Dari tahun 1998 hingga 2007 terungkap data, 14 orang di Kota Serang terinfeksi HIV, 23 orang terjangkit AIDS. Dari jumlah kasus tersebut, 11 orang meninggal dunia," terang Husnul kepada siswa.

BPMPKB rencananya juga akan melakukan kegiatan sejenis di sebagian pondok pesantren dan ibu-ibu pengajian di Kecamatan Taktakan. "Remaja itu 15 persen dari total penduduk. Dan pada usia merekalah akan ditentukan momentum awal apakah mereka akan mengonsumsi narkoba atau menjalani seks bebas. Edukasi seperti ini menjadi penting."(LUC)

JERawaaat....??? akh tidaaak...!!!

8 Langkah Perawatan Mengusir Jerawat
Gunakan produk yang sesuai dengan jenis kulit Anda.
Senin, 24 Agustus 2009 | 10:33 WIB

- Ada sebagian dari kita yang mengalami jerawat sekali-sekali, akibat lupa membersihkan wajah, atau makan makanan tertentu. Namun ada pula yang sepanjang hidupnya harus rela memandang kulit yang iritasi dan berjerawat. Kulit di bagian hidung dan pipi terlihat meradang, berwarna kemerahan, atau terdapat lubang-lubang bekas jerawat. Bisakah kulit seperti ini disembuhkan?

Ternyata bisa. Untuk mendapatkan perawatan yang tepat, Anda memang bisa langsung berkonsultasi dengan dokter. Namun Anda pun harus membiasakan diri melakukan perawatan rutin untuk menghilangkan kebiasaan memperlakukan kulit wajah yang salah. Selain itu, kuncinya adalah bersabar, karena memperbaiki kulit yang kondisinya sudah kronis tentu membutuhkan waktu. Coba lakukan langkah-langkah berikut:

1. Hilangkan kebiasaan yang salah
Jangan pernah menggunakan sesuatu yang berminyak dan berat pada rambut atau wajah Anda. "Saya pernah punya pasien yang mengoleskan minyak vitamin E di kulit mereka, lalu kebingungan mengapa jerawat mulai bermunculan," ujar Pat Wexler, ahli dermatologi dari New York.

2. Selidiki gaya hidup Anda
Stres, insomnia, mengonsumsi pil KB secara tidak teratur, perawatan kesuburan, atau mengonsumsi obat-obatan antidepresi, dapat mematikan hormon-hormon dan menyebabkan jerawat. "Pil-pil KB bisa membuat perbedaan besar jika Anda cenderung berjerawat saat sedang haid," kata Katie Rodan, juga seorang dermatolog, yang berbasis di Oakland, California.

3. Bebaskan pori-pori yang tersumbat
Cuci wajah Anda dua kali sehari, dan satu kali lagi jika Anda baru selesai berolahraga. Lakukan eksfoliasi dengan krim yang mengandung salicylic acid, AHA, atau retinoid.

4. Lenyapkan bakteri
Oleskan produk antibakteri (seperti benzoyl peroxide, tee tree oil, atau sulfur) ke seluruh wajah, meskipun kulit wajah Anda dalam keadaan normal. "Jerawat mempengaruhi setiap kelenjak minyak pada wajah," kata ahli dermatologi dari San Francisco, Kathy Fields. "Karena itu Anda harus merawat seluruh area wajah." Coba: Clinique Acne Solutions Clearing Moisturizer.

5. Hentikan peradangan
Hati-hati bila terjadi iritasi pada kulit, karena hal ini akan membuat jerawat bertambah parah. Kembalikan kehalusan kulit dengan perawatan untuk menenangkan kulit. Untuk menghilangkan radang, yang biasanya ditandai dengan kulit kemerahan pada hidung dan pipi, Anda bisa mencoba pengobatan dengan resep seperti Finacea atau MetroGel. Coba: Aveeno Ultra-Calming Daily Moisturizer SPF15.

6. Lakukan perawatan regimen setidaknya selama 8 minggu
Perawatan regimen biasanya terdiri atas tiga langkah: sabun muka yang ringan, benzoyl peroxide 2,5%, dan pelembab yang baik, untuk melembabkan kulit yang kering akibat pemakaian benzoyl peroxide. Pada awal melakukan perawatan ini, biasanya kulit akan sedikit berjerawat pada awalnya diakibatkan oleh tindakan pembersihan dan pengelupasan pada permukaan kulit. Dalam 8 minggu, perawatan rutin ini biasanya mulai menunjukkan efektivitasnya.

7. Jangan menyentuh kulit wajah
Inilah "penyakit" kita: bila kulit muka terasa kasar atau berjerawat, kita justru ingin terus menyentuhnya. "Biarkan saja, jerawat itu biasanya akan menghilang dalam 8 hari," kata Wexler. "Tetapi jika Anda memencetnya, Anda akan membutuhkan tiga hingga empat minggu untuk menyembuhkannya." Seorang ahli dermatologi dapat menghilangkan jerawat dalam 24 jam dengan injeksi cortisone. Namun jika Anda melakukan sendiri di rumah, coba kurangi bengkak-bengkak pada wajah dengan krim cortisone, benzoyl peroxide, es, aspirin, atau ibuprofen.

8. Gunakan concealer
Gunakan concealer yang sedikit mengandung foundation; pilih concealer dengan warna kekuningan untuk menetralisasi kemerahan pada kulit. Ambil sedikit concealer dengan sikat berbulu halus dengan ujung lancip, oleskan pada jerawat lebih dahulu, lalu melebar ke bagian luarnya. Tekan concealer di area tersebut (bukan menggosoknya), lalu akhiri dengan pemakaian bedak yang ringan.